Minggu, 28 September 2020

Malam ini aku putuskan untuk menelusuri dunia malam Enschede. Singkat cerita, supaya tidak terlalu nelangsa aku ajak seorang kawan untuk ikut. Rencananya sederhana, mencari tempat makan yang masih buka pukul 1 malam. Kita janjian jam 00.20 di lobby dan pukul 00.24 dia sampai di lobby. Aku harus bilang bahwa kawanku malam ini sangat cantik. Dia dengan face Kazakhstannya sangat cocok dengan coat warna ungu yang dia pakai. Bibirnya merah dan pipinya memiliki kesan merah jambu. Begitu melihatku dia langsung memberikan pelukan yang hangat. So I hug her, dearly. Hugging a pretty girl with her warm coat in a cold days of Enschede feels unreal.

Sepanjang jalan dia cerita tentang banyak hal dan tertawa lepas. Cukup lepas sampai aku takut membangunkan orang-orang di sepanjang jalan. Kita bicara tentang pergi ke Mars, eksplorasi luar angkasa, kematian, soulmate, dan true love. Setelah selesai makan kebab, I walk her back to her place. She was nice and stunningly beautiful. At 2 A.M. in front of her place she hugs me again. Tighter and longer, I wish her good night and I walk back to my place. The night was short and memorable, I felt guilty yet very warm.

Published by Jurnalis Harian

Seorang WNI yang tinggal di Eropa dan suka menulis jurnal harian secara anonim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: