Sabtu, 29 Agustus 2020

Seminggu terakhir terasa cukup tidak nyata. Dimulai pada hari Kamis 20 Agustus saat permusafiran selama 2 tahun dimulai, meninggalkan banyak hal-hal yang aku sayangi di Jogja. Semua diawali dari pamit-pamitan dirumah, berpeluk-pelukan dengan mama, bapak, dan kakakku lalu diantar oleh supir keluarga ke Bandara YIA. Bandara YIA, yang katanya mahsyur dan didesain dengan berbagai nilai kearifan lokal itu ternyata lebih jauh dari dugaanku, mungkin ada 1.5 jam dibutuhkan untuk berkendara dari rumah ke bandara. Sesampainya di bandara aku disambut oleh pacar dan teman SMA, tidak lupa kami juga saling berpamitan. Aku peluk si pacar seperti aku peluk mama, dengan pemahaman bahwa umur manusia tidak ada yang tahu, aku pastikan itu adalah pelukan yang tulus dengan niat perpisahan, dan dengan penuh kasih sayang.

Perjalananpun dimulai, penerbangan internasional dimasa pandemik rasanya menyebalkan. Kita bisa bicara akan berbagai hal yang menyenangkan dari sebuah penerbangan, tapi dalam kasus pandemik, penerbangan hanya sebatas aktivitas menuju dari suatu tempat ke tempat lain, boring. Penerbangan pertama ditempuh dari Jogja ke Jakarta selama 1.5 jam, dari jam 3 sampai sampai jam 4.30 sore. Sisanya, di terminal 3 Soetta, aku hanya mondar-mandir cari tempat makan dan cari tempat duduk yang nyaman untuk menunggu penerbangan ke Amsterdam yang dijadwalkan pukul 10.50 malam. Singkat cerita, aku sudah boarding dan entah beruntung atau bagaimana, aku dapat satu baris untuk aku sendiri. Kapasitas tiga orang menjadi untuk satu orang.

Meskipun dapat 3 kursi, tapi aku bisa putuskan bawa ini adalah penerbangan ter-tidak enak dalam hidupku. Leher sakit, kepala pusing, perutpun juga sakit. Selama 14 jam penerbangan, aku ke toilet dua kali, dan tentu toilet di pesawat adalah toilet kering yang mana dimataku ini menjijikan. Paska 14 jam berlalu akhirnya aku sampai di Schipol, Amsterdam. Dari situ, perjalanan masih harus aku tempuh lagi dengan intercity trein menuju Kota Enschede. Enschede adalah salah satu kota paling timur di Belanda, ia berbatasan langsung dengan Jerman. Singkatnya, dibutuhkan 3 jam 30 menit via trein untuk mencapai kota tersebut dari Schipol.

Sepanjang perjalanan, Belanda terasa asing, bukan karena ini adalah pertama kalinya aku ke Belanda sebab aku pernah kesini sebelumnya, hanya saja waktu kedatanganku pada musim panas ini menghadirkan benua eropa yang asing. Ia tiba-tiba punya matahari menyengat dan pepohonan hijau seperti di Indonesia. Rasanya sungguh aneh, berbagai sistem sensorik tubuhku familiar dengan hawa dan cuacanya namun penglihatan dan pikiranku mengisyaratkan sebuah kontradiksi.

Sesampainya di Stasiun Enschede aku disambut oleh ketua PPI Enschede. Seorang mahasiswa teknik sipil bachelor tahun ketiga. Anaknya baik, dengan sukarela dia menggeret koperku yang setengah mati beratnya itu dari stasiun ke asrama (ditambah lagi roda-roda koperku yang sudah hancur membuat beratnya jadi bertambah secara signifikan). Kamipun sampai di asrama IIH (ITC International Hotel) dan dia lanjut membantu anak-anak lain yang juga baru sampai di Enschede.

Fast forward delapan hari sesudahnya, hari ini adalah hari kedelapanku di negeri orang. Selama 8 hari itu, aku sudah sempatkan diri untuk berkeliling kota untuk melihat zentrum dan tempat-tempat yang cocok untuk berbelanja. Aku sempatkan untuk ke kampus pusat Universiteit Twente untuk bermain basket dan mencoba bersepeda di sini untuk pertama kalinya. Aku sempatkan untuk berkenalan dengan orang-orang baru dan makan di rumah salah satu mahasiswa indonesia. Terakhir, aku sempatkan juga untuk ngobrol dikit-dikit dengan mahasiswa internasional lainnya.

Sampai hari ini semua perkuliahan masih online, which is suck. Aku agaknya mulai frustasi dan ingin segera merasakan atmosfir belajar di kelas secara riil. Belajar secara daring tidak enak.

Published by Jurnalis Harian

Seorang WNI yang tinggal di Eropa dan suka menulis jurnal harian secara anonim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: